Friday, February 12, 2016

[Resep] Ayam Goreng Bumbu





Resep ini saya pelajari sekitar 15 tahun yang lalu. Waktu itu mama ada acara (nggak ingat apa) dan ada tetangga-tetangga yang bantuin masak. Salah satu menu yang dibuat adalah ayam bumbu ini.

Waktu itu saya nggak nyatet resepnya. Untungnya karena suka masakan ini dan memperhatikan cara pembuatannya, saya masih ingat prosesnya. Untuk bahan-bahannya mungkin ada beberapa yang saya lupa atau saya tambahkan dari resep asli. 

Maklum saja, dari pertama kali belajar sampai kemudian membuat sendiri ada jeda waktu yang cukup lama. Beberapa tahun tepatnya :)

Nah, setelah beberapa kali membuat saya akhirnya menemukan resep yang cocok dengan selera saya :)

Berikut bahan-bahan dan cara pembuatannya.



Bahan :

1 ekor ayam, potong 14-16 bagian bagian
1 butir telur
1,5 sdt ketumbar bubuk
1/4 sdt merica bubuk
250 gr lengkuas parut (Bagusnya parutannya agak kasar)
Garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng secukupnya.
Boleh ditambahkan penyedap sesuai selera.

Haluskan :
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
1 cm serai bagian putihnya


Cara membuat :

1. Bersihkan ayam, kocok lepas telur.

2. Siapkan panci dan masukkan bumbu halus, ketumbar, merica, lengkuas dan garam. Cicipi garamnya dibagian ini hingga terasa pas.

3. Masukkan telur kocok dan potongan ayam. Aduk rata sampai bumbu melapisi setiap potongan daging ayam.

4. Masukkan ke kulkas dan biarkan ayam terendam bumbu selama kurang lebih satu jam.

5. Rebus ayam hingga setengah matang, angkat (biasanya dibagian ini saya tambahkan air sedikit agar bumbu tidak hangus). Usap/bersihkan bumbu yang melekat pada daging ayam.

6. Panaskan minyak, goreng ayam hingga matang dan berwarna coklat keemasan. Angkat.

7. Saring sisa bumbu hingga terpisah bumbu kasar dengan airnya. Goreng bumbu kasar tersebut hingga berwarna coklat keemasan. Taburi diatas ayam dan siap dihidangkan.


Pada resep aslinya sebenarnya ayam tidak perlu direbus dulu. Setelah direndam bumbu dan didiamkan, ayam bisa langsung digoreng. Tapi dari beberapa kali pengalaman membuat ayam bumbu ini saya dapatkan kalau ayam yang langsung digoreng membuat dasar kuali menjadi lengket dan minyak lebih cepat menghitam dibandingkan bila direbus terlebih dahulu. Belum lagi waktu menggoreng menjadi jauh lebih lama dan ayam yang dihasilkan menjadi keras.

Karena menggunakan telur, setelah beberapa kali menggoreng minyak biasanya menjadi lebih berbusa.


Note : sisa air rebusan bumbu bisa ditambahkan tepung dan gunakan sebagai pelapis tahu/tempe goreng. Tidak ada bagian yang terbuang kan :)

Resep bisa download di sini : Resep Ayam Goreng Bumbu

Wednesday, February 10, 2016

[Resep] Acar Timun




Acar timun ini favorit saya. Duluuu, tiap kali mama bikin rasanya itu hari paling spesial sedunia. Apalagi mama jarang bikinnya, dan mesti di request dulu :)

Waktu SD dulu, pas pelajaran PKK ada kegiatan masak memasaknya. Nggak ingat saya apa kelas lima atau enam SD. Tiap murid dibagi per kelompok dan mesti menyiapkan hidangan masing-masing. Selesai masak para guru diundang untuk makan bersama.

Saya nggak ingat menu lain apa yang disajikan kelompok saya. Yang saya ingat saya bikin acar timun ini sebagai sayuran. Yah, secara waktu itu acar timun ini masakan paling enak semuka bumi bagi saya. Hahahaha...

Waktu itu telur rebus diganti dengan telur mata sapi (biar praktis dan cepat), tapi hasilnya nggak sebagus telur rebus. 

Sekarang saya juga memvariasikannya dengan menambahkan bahan-bahan lain seperti selada, tomat iris, atau kentang rebus.

Biasanya mama menambahkan remasan keripik kentang saat disajikan, tapi saya jarang pake karena jarang ada keripik kentangdi rumah. Mau bikin ribet, padahal acar ini masakan yang praktis. Pernah juga iseng pake Chitato. Hahahaha..

Okelah, berikut bahan dan cara membuatnya :)


Bahan :

10 buah timun ukuran sedang
1-2 butir telur, rebus
7 siung bawang merah, iris
1 sdm cuka
Seujung sdt merica bubuk
Garam secukupnya


Cara membuat :

1. Kupas kulit timun, iris-iris. Jangan terlalu tipis atau tebal.
2. Masukkan cuka dan garam. Aduk rata. Biarkan selama minimal setengah jam hingga berair dan timun agak lemas/layu.
3. Sementara itu goreng bawang hingga keemasan, kupas kulit telur dan potong kotak-kotak.
4. Tiriskan timun, masukkan merica. Aduk rata. Cicipi rasanya apa sudah pas atau belum bumbu dan keasamannya.
5. Masukkan bawang goreng dan telur. Aduk rata.
6. Sajikan di piring dan taburi remasan kerupuk kentang (bila ada)
7. Siap dihidangkan.

Tips.

1. Bila ingin acar sedikit basah/berair, tiriskan sebentar saja. Bila ingin lebih kering tiriskan selama 10-15 menit.
2. Bisa ditambahkan selada, kentang rebus/goreng, tomat, dll untuk memvariasikan rasa. Pernah saya tambahkan mayonaise, tapi saya kurang suka rasa yang dihasilkan.



Silakan download resep di sini : [Resep] Acar Timun

Monday, February 1, 2016

[Resep] Gulai Putih Japan dan Telur


Gulai putih merupakan salah satu masakan tradisional Minang. Biasanya disajikan untuk acara-acara adat dan hidangan jamuan pernikahan. Sayur yang digunakan adalah sayur kol yang diiris tipis dan saat disajikan akan dihiasi satu buah cabe berikut tangkai yang dibelah empat untuk memberikan warna pada masakan.

https://kidiaimagess.wordpress.com/tag/sambal-padang/
pic souce : klik di sini
Sebagai masakan sehari-hari gulai putih ini lebih bervariasi. Walaupun tetap menggunakan bumbu yang sama tetapi sayur yang digunakan tidak hanya sayur kol saja. Buah japan (labu siam) sering digunakan untuk gulai putih ini, begitu juga dengan sawi putih, daun pucuk japan dan daun pucuk kacang. Sering juga diceplokkan telur ke dalam gulai, seperti di resep ini.

Keistimewaan masakan ini adalah dari rasa santannya yang menonjol. Dengan bumbu yang sederhana dan hanya diiris/dimemarkan saja membuat rasa santan yang manis mendominasi masakan ini. Saya sangat menganjurkan penggunaan santan segar untuk masakan ini. Dan untuk mempertahankan warna putihnya sebaiknya kelapa parut yang diambil adalah yang bagian putih saja, jangan kelapa parut yang sudah hampir sampai ke bagian tempurungnya.

Nah, berikut bahan-bahan dan cara memasaknya..


Bahan :

1 buah japan (labu siam), potong kotak agak besar
2 genggam daun pucuk japan
5 butir telur itik
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
600 ml santan encer
5 siung bawang merah, iris
3 siung bawang putih, iris
1 ruas jari jahe, memarkan
1 ruas jari lengkuas memarkan
1 batang serai, memarkan
1 helai daun salam
2 buah cabe, iris serong
Garam secukupnya


Cara membuat :

1. Panaskan santan encer dan masukkan jahe, lengkuas, bawang merah, garam, bawang putih, serai dan daun salam. Didihkan, jangan sampai pecah santan.

2. Masukkan  buah japan yang sudah dipotong-potong dan cabe iris, tunggu hingga setengah matang lalu masukkan daun pucuk japan.

3. Bila daun pucuk japan sudah agak layu, masukkan telur itik sebutir demi sebutir.

4. Tutup hingga telur sudah setengah matang.

5. Masukkan santan kental, aduk perlahan hingga mendidih. Cicipi rasa masakan masakan apakah sudah pas atau belum

6. Matikan api dan tetap tutup gulai hingga telur matang dengan sisa panas masakan.

7. Siap disajikan.


Resep bisa didownload disini : Resep Gulai Putih Japan & Telur

Thursday, November 26, 2015

[Resep] Kerupuk Sala Bada



Di Sumatera Barat sala lauak (lauk/ikan) merupakan salah catu camilan tradisional khas masyarakat Pariaman yang tinggal di pesisir pantai. Camilan ini berbahan dasar tepung beras dicampur ikan asin, berbentuk bulat dan digoreng. Kalau pergi jalan-jalan ke pasar di Padang kamu bakalan menemukan banyak gerobak penjual sala ini, terutama di daerah bundaran mesjid Muhammadiyah.

Sala lauak khas Pariaman. Sumber gambar klik di sini

Waktu kuliah saya lumayan sering membuat sala ini, karena sudah ada yang menjual tepungnya yang sudah dilengkapi bumbu. Cukup dituangi air panas dan diaduk dengan daun kunyit iris, dan ikan asin yang dihaluskan saya sudah mendapatkan camilan yang lezat :)

Terakhir saya membuatnya sekitar lima tahun yang lalu saat seorang teman kerja membawakan oleh-oleh tepung sala sepulang ia bercuti dari kampungnya di Pariaman.

Kerupuk sala yang saya buat ini merupakan variasi dari resep sala lauak. Kalau adonan sala biasa berbentuk kalis dan bisa dibulatkan, untuk kerupuk ini adonannya encer. Bukan jenis makanan yang sering dibikin dirumah saya. Biasanya bikin kerupuk ini sekali dalam dua atau tiga tahun lah, tergantung mood mama saya :)
 
Jadi setiap kali berencana bikin kerupuk ini bawaan saya pasti exited banget karena udah kebayang rasanya yang renyah, pedas dan berbumbu itu.


Bahan :

150 gr bada basah (teri basah)
250 gr tepung beras
1 lembar daun kunyit, iris tipis
1 batang daun bawang, iris tipis
1/2 sdm cabe giling halus
Garam secukupnya
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Haluskan :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
1 ruas jari lengkuas
1/2 ruas jari kunyit
2 lembar daun jeruk


Cara membuat :
 
1. Bersihkan bada/teri basah, buang kepalanya. 

2. Masukkan bumbu halus, daun kunyit, cabe, daun bawang dan garam. Aduk rata.

3. Tambahkan tepung beras, aduk dengan air yang dimasukkan sedikit demi sedikit sehingga menghasilkan tekstur adonan yang tidak terlalu kental atau encer.


4. Panaskan minyak (kira-kira 250 ml) dengan api sedang, goreng sedikit adonan untuk mencicipi rasanya apakah kurang garam, bumbu atau keasinan.

5. Bila sudah dirasa pas, ambil 1 sendok nasi adonan sebarkan melebar di bagian pinggir/dinding kuali (kira-kira 2-3 cm diatas minyak, tapi pastikan bagian kuali tersebut sudah disiram minyak sebelumnya. Kalau tidak adonan bisa lengket di kuali).

6. Siram-siram adonan sehingga kemudian terlepas dari dinding kuali. Di sini gunakan api sedang-kecil agar kerupuk tidak masak luar tapi masih lunak didalamnya. Goreng hingga kerupuk berwarna coklat keemasan. Angkat dan sajikan.

Kerupuk ini enak dijadikan sebagai lauk makan. Karena terdiri dari bahan basah kerenyahan kerupuk ini tidak tahan lama, kira-kira 3 jam, jadi sebaiknya digoreng saat hendak makan biar lebih nikmat :)

[Resep] Kalio Daging



Kalio merupakan salah satu tahap pembuatan rendang (resep bisa dilihat disini) dimana santan sudah menyusut setengahnya dan mengeluarkan minyak yang banyak. Tetapi tahap kalio ini baru separuh jalan menuju  rendang. Masih butuh beberapa jam lagi agar bisa menjadi rendang berwarna kehitaman yang umum ditemukan di sini.


Kita tetap bisa membuat gulai kalio ini tanpa harus menjadikannya rendang. Untuk itu dibutuhkan jumlah bumbu dan santan yang lebih sedikit daripada pembuatan rendang. Bila rendang membutuhkan minimal santan dari 4 kelapa untuk sekilo rendang, untuk kalio cukup menggunakan santan dari 2 kelapa saja.

Bisa dilihat santan  pada kalio (kiri) lebih encer daripada untuk rendang (kanan)

Tujuan dari penggunaan santan yang banyak pada rendang adalah agar santan menghasilkan minyak yang cukup untuk 'menggoreng' rendang secara perlahan hingga mengering. Sedangkan pada Kalio tahapannya cukup sampai santan mengeluarkan minyak dan berkurang hingga setengahnya.

Oh ya, pada resep ini saya menggunakan santan yang diperas mesin yang sekarang sering ditemukan di pasar. Tetapi kalau masih menggunakan kelapa parut ambil dari minimal 2 kelapa yang sudah tua. Dulu saya memeras dengan menggunakan campuran air hangat agar santannya semakin keluar. Dan biasanya butuh tiga kali peras untuk mendapatkan jumlah santan yang diinginkan.


Bahan :

1 kg daging, potong-potong ukuran sedang
 750 ml santan pekat/kental (dari perasan pertama)
1000 ml santan encer
100 gr cabe giling
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/4 sdt merica bubuk
1 helai daun kunyit
1 helai daun salam
2 helai daun jeruk
1 batang serai ukuran sedang, memarkan
Garam secukupnya
100 gr Kacang  putih (kacang rendang) kalau suka, rendam dulu minimal 1 jam sebelum mulai memasak

Haluskan :
50 gr jahe
50 gr lengkuas
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih 


Cara Membuat :

1. Siapkan kuali (ukuran menengah saja sudah cukup), masukkan santan, bumbu halus, cabe giling, ketumbar, merica, daun-daun dan serai. Didihkan santan menggunakan api sedang. Jangan sampai pecah santan. Cicipi garamnya,bila kurang tambahkan sedikit saja dulu.

2. Biarkan mendidih selama kurang lebih 5 menit, kemudian masukkan daging. Didihkan kembali dengan api sedang selama 10 menit. Setelah itu masak menggunakan api kecil saja. 

3. Setelah santan mulai berkurang masukkan kacang putih dan cicipi lagi rasanya, bila masih kurang garam bisa di paskan lagi. Tetapi jangan sampai berlebihan menambahkan garam karena hasil akhirnya nanti adalah kuah gulai yang hanya tersisa setengah dari awalnya. Kalau diawal terlalu banyak menambahkan garam hasil akhir masakan bisa menjadi asin.

3. Masak sampai daging empuk dan santan sudah berkurang setengahnya serta sudah mengeluarkan minyak. Kira-kira 2-3 jam.

4. Siap disajikan.

Thursday, November 19, 2015

[Resep] Rendang Padang



(Kebetulan hari  minggu kemaren mama saya bikin rendang buat dikirim ke adik-adik saya, jadi sekalian aja saya foto-foto biar bisa dimasukin ke blog :D)

Rendang merupakan salah satu masakan khas daerah Sumatera Barat. Biasanya dibuat pada acara-acara istimewa seperti acara adat, pernikahan, atau sebagai bekal bagi keluarga yang hendak melakukan perjalanan jauh. Rendang jarang dibuat sebagai lauk harian (kecuali di restoran :D) karena proses memasaknya yang cukup lama (kami mulai memasak dari jam 11.00 sampai jam 17.30). Semakin kering rendang yang dihasilkan semakin awet rendangnya.

Berdasarkan sejarahnya rendang berasal dari daerah darek (daratan) yaitu daerah-daerah tua tempat asal kerajaan Minangkabau seperti daerah Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, dll. Masakan ini kemudian menyebar ke daerah pesisir pantai seperti Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, dll. 

Dalam proses penyebaran ini terjadi pula penambahan bumbu dari bumbu awalnya sehingga rendang di Sumatera Barat pun terbagi menjadi dua yaitu rendang daerah darek dan rendang daerah pesisir.

Rendang daerah darek menggunakan bumbu-bumbu yang lebih sederhana dibanding daerah pesisir. Resepnya hanya menggunakan jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabe dan daun langkok-langkok (daun lengkap terdiri dari daun kunyit, daun jeruk, daun salam dan serai). Pada proses pembuatannya bumbu tidak ditumis melainkan dididihkan bersama santan. Payakumbuh yang berada di daerah darek merupakan penghasil rendang paling enak dan paling banyak variasinya di Sumatera Barat.

Sedangkan rendang daerah pesisir menambahkan rempah seperti pala, kayu manis, cengkeh, pekak, dll. Biasanya bumbu ditumis terlebih dahulu sebelum dimasukkan santan. Ada juga yang menambahkan kelapa sangrai yang digiling. Di kampung saya (Agam) biasanya ini digunakan untuk pembuatan gulai hati.

Daging yang digunakan untuk rendang ini biasanya daging padat (istilah di sini) yang sedikit lemaknya. Setiap orang di keluarga saya memiliki tipe daging favorit untuk rendang. Papa saya suka daging yang bertulang seperti iga, adik-adik laki-laki saya suka jika ditambahkan sedikit hati, adik perempuan saya lebih suka daging ayam, kakak saya lebih suka daging yang ada uratnya.

Di rumah saya biasanya kami membuat rendang rata-rata enam kali setahun, yaitu di waktu lebaran Idul Fitri dan lebaran Haji dan saat ada adik-adik saya yang tinggal diluar kota pulang kampung. Setiap membuat itu tidak pernah kurang dari 1,5 kg daging karena bagi mama saya semua anak-anaknya mesti mendapatkan bagian. 

Bila ditanya pada orang Minang yang merantau (terutama pelajar) pasti pernah mendapatkan kiriman rendang ini dari rumah. Itulah bukti sayang dan perhatian orangtua kepada anaknya :)

Ada banyak resep rendang yang bisa ditemukan di dunia maya. Malah lebih banyak lagi ditemukan resep rendang yang bumbunya kurang sesuai dengan yang biasa digunakan di Sumatera Barat. Dan banyak juga yang kurang bisa membedakan antara rendang dan kalio. Bisa dibilang separo resep rendang yang saya buka di internet menampilkan gambar kalio, bukannya rendang.




Kalio (resep bisa dilihat di sini) merupakan salah satu tahap pembuatan rendang dimana santan sudah menyusut setengahnya dan mengeluarkan minyak yang banyak. Kalio ini sendiri rasanya sudah lezat. Di rumah saya, setiap kali membuat rendang biasanya kami menyisihkan sepiring kalio untuk lauk makan. Tetapi tahap kalio ini baru separuh jalan menuju  rendang. Masih butuh beberapa jam lagi agar bisa menjadi rendang berwarna kehitaman yang umum ditemukan di sini.

Kalau tujuan awal memasak adalah untuk mendapatkan hasil kalio ini, tidak diperlukan santan yang banyak seperti dalam pembuatan rendang. Bila rendang membutuhkan minimal santan dari 4 kelapa untuk sekilo rendang, untuk kalio cukup menggunakan santan dari 2 kelapa saja. Tujuan dari penggunaan santan yang banyak pada rendang adalah agar santan menghasilkan minyak yang cukup untuk 'menggoreng' rendang secara perlahan hingga mengering.

Oh ya, pada resep ini saya menggunakan santan yang diperas mesin yang sekarang sering ditemukan di pasar. Tetapi kalau masih menggunakan kelapa parut ambil dari minimal 4 kelapa yang sudah tua. Dulu saya memeras dengan menggunakan campuran air hangat agar santannya semakin keluar. Dan biasanya butuh tiga kali peras untuk mendapatkan jumlah santan yang diinginkan.

Sepertinya intro resep rendang saya sudah kepanjangan ya... :)

Nah, kita masuk ke resep rendang warisan turun temurun keluarga saya yang berasal dari Agam #cieeehhh :)

Bahan :

1 kg daging sapi, potong ukuran sedang
1/4 kg hati, potong ukuran sedang
200 gr cabe merah giling
1 sdt ketumbar giling
1/2 sdt merica giling
1 helai daun kunyit
2 helai daun salam
3 helai daun jeruk
2 buah serai ukuran sedang, memarkan
1,5 kg santan pekat/kental (perasan pertama)
2 kg santan encer
Garam secukupnya

Haluskan :
100 gr jahe
100 gr lengkuas
150 gr bawang merah
100 gr bawang putih


Cara membuat :

1. Siapkan kuali besar, tuangkan santan, didihkan. Jangan sampai pecah santan!



2. Masukkan bumbu halus, cabe giling, merica, ketumbar dan daun-daun. Simpulkan daun kunyit supaya tidak mengganggu saat mengaduk santan

3. Biarkan santan dan bumbu mendidih selama 20 menit dengan api sedang. Jangan tambahkan garam karena biasanya cabe giling yang dibeli di pasar sudah diberi garam. Tapi kalau cabe digiling sendiri, tambahkan garam secara bertahap agar hasil akhir rendang tidak keasinan.

4. Masukkan daging, masak dengan api sedang hingga santan agak berkurang (kira-kira satu jam) Lalu gunakan api kecil untuk seterusnya. Bila sudah sampai tahap kalio cicipi lagi garamnya. Bila kurang terasa, tambahkan garam.


5. Setiap lima menit aduk rendang agar bagian bawah tidak hangus. kalau sudah mulai kehitaman aduk pelan saja agar daging tidak hancur. Lakukan terus hingga rendang menjadi cokelat kehitaman.




Seperti itulah cara pembuatan rendang yang biasa dilakukan di rumah saya. Bahannya selalu tersedia di dapur dan cara pembuatannya sederhana saja. Yang dibutuhkan itu adalah waktu dan kesabaran dalam membuatnya.

Kalau kamu pencandu game atau medsos dan pengen bikin rendang, sebaiknya singkirkan dulu gadgetnya biar bisa fokus membuat rendang. Jangan sampai rendang menjadi hitam karena hangus disebabkan terlupa mengaduknya. Penampilan boleh sama, tapi rasa beda bak langit dan bumi :)


Tips memasak rendang :

1. Ukuran dagingnya jangan sampai kekecilan karena proses memasak yang lama daging berukuran kecil bisa hancur.

2. Saat hendak mendidihkan santan gunakan  api besar di awal hingga santan hampir mendidih lalu pindahkan ke api sedang. Saran saya jangan tinggalkan kuali saat hampir mendidih ini agar tidak pecah santan.

3. Kalau terlanjur pecah santan, masukkan 1 gelas santan kental dan aduk terus sampai santan mendidih. Biasanya santan akan smooth lagi :)

4. Setelah daging dimasukkan pastikan santan sudah terdidih sempurna lagi sebelum ditinggalkan.

5. Tidak perlu menggunakan MSG atau penyedap apapun lagi!

Saturday, October 17, 2015

[Resep] Pisang Gulung Goreng




Sore-sore yang mendung kayak gini nikmat banget kalo dibawa makan pisang goreng ya :)

Kebetulan beberapa minggu yang lalu saya menonton salah satu siaran tv lokal (bilang aja lo lupa nama channelnya...) yang menampilkan hostnya lagi menikmati seporsi pisang gulung goreng ini. Saya nggak ingat nama restorannya atau nama masakannya tapi ingat cara pembuatannya, karena emang simple banget sih. Dan bahan-bahannya kebanyakan tersedia di rumah saya. 

Untuk celupannya saya nggak tahu bahan dan komposisi yang digunakan resto itu (emang nggak diliatin), jadinya saya bikin kayak adonan celupan pisang goreng biasa. Tak apa-apa toh, yang penting tampilannya lain dari pisang goreng biasa. Hehehe..

Pisang yang saya gunakan tergantung yang ada dirumah. Dari yang di tv kayaknya mereka pake pisang ambon deh. Tapi menurut saya nggak perlu disusahkan ama jenis pisang. Kalau nunggu-nunggu pisang ambon bisa-bisa nggak jadi bikinnya. Yang penting pisangnya nggak terlalu masak/lunak sehingga setelah digoreng hasilnya nggak jadi lembek.

Nah, berikut bahan dan cara pembuatannya.

Bahan :

1. 3 buah pisang, iris tipis memanjang
2. 1/2 sdt kayu manis
3. Tepung panir/bread crumb secukupnya
4. Lidi/tusukan sate
5. Minyak secukupnya
6. Keju parut untuk hiasan

Bahan celupan :
1. 3 sdm tepung terigu
2. Air secukupnya
3. Garam secukupnya.



Cara membuat :

1. Untuk bahan celupan : aduk rata tepung, air dan garam hingga tidak berbutir-butir.
2. Siapkan wadah berisi tepung panir/bread crumb

3. Taburi salah satu permukaan pisang yang telah diiris tipis dengan bubuk kayu manis.
4. Gulung pisang dan tusuk dengan lidi/tusukan sate untuk menahan gulungannya.
5. Masukkan pisang ke adonan celupan, setelah itu angkat dan lapisi dengan tepung panir/bread crumb.
6. Panaskan minyak dan goreng pisang gulung dengan api sedang. Angkat setelah berwarna keemasan.
7. Taburi keju, lebih nikmat disantap saat masih hangat.


Nah, sederhana aja kan cara bikinnya. Dan ajaibnya ponakan saya juga suka. Walaupun saya curiga dia lebih suka sama kejunya daripada gorengannya :)

Besok-besok ini saya mau coba bikin pake isi didalamnya. Kayaknya bakal lebih yummy kalo kejunya ada di gulungan pisangnya daripada cuma jadi taburan. Atau ditambahkan coklat?

Eaaaaa.. Jadi ngiler sendiri :D